RSS
Facebook
Twitter

May 30, 2012

Perjalanan Pulang Kampung via Kerata Api

Perkenalkan nama saya Rudiasa, sudah 2 tahun ini tinggal di Kota Malang untuk mencari ilmu di Universitas Negeri Malang. selama 2 tahun ini banyak yang sudah saya peroleh dan banyak pula yang belum saya peroleh. Seiring dengan berjalannya waktu semoga hal-hal yang belum saya peroleh bisa saya peroleh. Di UM sekarang sedang libur semesteran, yakni sekitar 3 bulan. Setelah menyelesaikan amanat dari kampus dan dari organisasi yang saya ikuti sekarang waktunya pulang kampung ke Jombang, waktunya berkumpul dengan keluarga, dan waktunya membantu mereka dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Pagi ini, tanggal 24 mei 2012 saya memutuskan untuk pulang kampung naik kereta api. Sebenarnya lebih cepat naik bus, tapi berhubung saya mempunyai banyak waktu jadinya saya putuskan untuk naik kerata api. Berangkat dari kost pukul 05.30 dan sampai stasiun Kota Baru Malang pukul 05.45. suasana di sini sudah mulai ramai, panjual koran sudah mondar-mandir untuk menjajakan korannya, tukang sapu dari Pemkot Malang masih sibuk dalam membersihkan lingkungan di sekitar stasiun dan banyak pula warung-warung sudah mulai buka.

Harga tiket Rp. 9.500 untuk kelas ekonomi saya rasa tidak terlalu mahal. Setelah membeli tiket langsung masuk ke dalam stasiun yang masih agak sepi. PT. KAI sekarang sudah membenahi kebijakan-kebijakan yang ada di dunia perkeretaapian Indonesia, salah satunya menerapkan sistem penomeran tampat duduk, jadi mulai sekarang sudah tidak ada penumpang yang berdiri ketika di dalam kereta api. Pengalaman unik terjadi ketika saya mulai duduk di dalam kereta api, karena di sini saya belum tahu tentang kebijakan penomeran yang ada di perkeretaapian Indonesia. Pengalaman unik itu ialah saya 2 kali diusir oleh orang lain karena tempat duduk yang saya duduki ternyata sudah dimiliki orang lain tersebut. Ternyata jika tujuan kita jauh seperti ke jombang kita tidak dapat tempat duduk, jadi kalau ada tempat duduk kosong baru bisa kita duduki.

Tujuan pertama dari kereta yang saya naiki ialah stasiun Kota Lama yang ada di Malang, stasiun ini lumayan bersih dan ramai. Setelah menunggu beberapa menit kereta api jalan kembali menuju stasiun Kepanjen. daerah ini merupakan salah satu daerah penting yang ada di Malang karena ada Stadiun Kanjuruhan yang notabene merupakan tempat latihan Arema Indonesia. Banyak pertandingan besar diselenggarakan di stadiun ini, salah satunya saat Arema Indonesia mengikuti League Champions Asia(LCA) beberapa tahun lalu. Presiden kita, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono juga pernah menonton langsung pertandingan bola di stadiun ini, tepatnya ketika Arema Indonesia menerima trofi dan manjadi juara ISL 2010. Banyak pemandangan indah di daerah ini, salah satunya orang yang sedang membajak sawah dengan kerbau, orang menanam padi, sawah-sawah yang hijau, dan beberapa orang mencuci pakaiaan di pinggir-pinggir sungai.

Setelah dari stasiun Kepanjen perjalanan lanjut menuju stasiun Ngebruk. Di sekitar stasiun ngebruk sedang musim panen padi, jadi banyak bapak-bapak dan ibu-ibu yang sibuk memotong batang padi untuk selanjutnya diproses menjadi beras. Biarpun udara sangat panas tapi saya lihat mereka sangat menikmati pekerjaannya menjadi petani. Saya sangat salut dengan mereka, tanpa mereka pasti kita akan kelaparan dan tidak bisa menikmati lezatnya nasi putih (apalagi yang merk “rojo lele”). Pemerintah Indonesia seharusnya lebih serius dalam mengurusi mereka, terutama kesejahteraan mereka, tapi sayang fakta di lapangan membuktikan bahwa pemerintah kurang serius dalam mengurusi mereka. Pemerintah lebih senang ketika mengurusi hal-hal yang kurang bermanfaat untuk bangsa Indonesia, salah satunya rencana konser Lady Gaga di Jakarta.

Suasana dalam kereta api sangat ramai karena pedagang asongan mondar-mandir tanpa berhenti untuk manjual dagangannya, mereka terlihat sangat bersemangat dan tidak mengenal lelah dalam manjual dagangannya. Dagangan mereka bermacam-macam, ada yang jualan makanan ringan, buah-buahan, tasbih, mainan anak-anak, alat-alat tulis, koran, nasi bungkus, rokok, berbagai minuman segar, topi, dll.

Stasiun Sumber Pucung merupakan stasiun tujuan selanjutnya dari kereta api yang saya naiki, stasiun ini sama dengan stasiun Ngebruk, tapi di sini lebih bersih dan ramai. Setelah dari sini berlanjut ke stasiun Karang Kates. Daerah Karang Kates merupakan daerah pegunungan dengan pepohonan yang lumayan lebat. Ada dua terowongan di daerah ini untuk dilewati kereta api, jaraknya sekitar @50 meter dan ketika di dalam terowongan udaranya sedikit penat. daerah ini juga mempunyai bendungan, namanya Bendungan Karang Kates. Bendungan ini mempunyai banyak fungsi, salah satunya tempat rekreasi dan PLTA. Setelah dari stasiun karang kates kereta menuju stasiun Pohgajih lalu ke stasiun Kesamben.

Dua jam perjalanan dari Malang alhamdulillah sekarang sudah sampai di Blitar, tapatnya di stasiun Wlingi. Blitar merupakan tampat kelahiran presiden pertama Republik Indonesia, yakni Soekarno. Beliau ialah orang yang mewakili rakyat Indonesia dalam membaca teks proklamasi yang menandakan bahwa bangsa Indonesia telah merdeka dari tangan para panjajah. Beliau sekarang sudah wafat dan di makamkan di tanah kelahirannya sendiri yakni Blitar.

Setelah dari stasiun Wlingi perjalanan berlanjut ke:
  • stasiun Talun
  • stasiun Garum
  • stasiun Blitar
  • stasiun Rejotangan
  • stasiun Ngunut
  • stasiun Gempol
  • stasiun Tulunggagung
  • stasiun Ngujang
  • stasiun Kras
  • stasiun Ngadiluwih
Setelah melewati beberapa stasiun sekarang sudah sampai di Kediri, tepatnya di stasiun kota Kediri. Stasiun ini besar, ramai, dan tata kelola ruangnya indah. Kediri memiliki pabrik yang sifatnya sudah nasional, yakni PT. Gudang Garam. Perusahaan ini merupakan perusahaan yang memproduksi rokok berkualitas baik di indonesia. Setelah dari kediri perjalanan berlanjut menuju:
  • stasiun Susuhan
  • stasiun Minggiran
  • stasiun Papar
  • stasiun Purwoasri
Setelah dari stasiun Purwoasri kereta manuju stasiun Kertosono. Stasiun ini merupakan stasiun besar dengan banyak tujuan, seperti tujuan ke Surabaya, ke Malang, dan ke Jakarta. Kereta api yang saya naiki berganti lokomotif dengan jurusan ke Surabaya di stasiun ini. Sambil menunggu pergantian lokomotif tersebut saya luangkan waktu untuk mengisi perut yang sudah sangat lapar dengan membeli nasi pecel khas kertosono. biarpun lauk pauknya tidak seperti yang ada di restoran-restoran mahal tapi terus terang rasanya luar biasa lezat. Harganya yang terjangkau, yakni Rp. 4.000 per bungkus membuat warung nasi pecel di sini selalu ramai dikunjungi para pembeli.
Bersama Bapak Dr. Ery Tri Djatmika Rudijanto Wahyu Wardhana, M.A. M.Si selaku Dekan FE UM

Setelah dari stasiun Kertosono perjalanan berlanjut ke arah Surabaya, sekarang sudah berada di stasiun Sembung dan bentar lagi menuju ke stasiun Jombang. Jombang merupakan tempat kelahiran saya, di sini juga tempat kelahiran guru bangsa kita, yakni Abdurrahman Wahid(Gus Dur). Beliau merupakan salah satu orang yang sangat berpengaruh di negeri ini. selama menjabat menjadi presiden beliau sering membuat kontroversi, salah satunya di baptis di sebuah gereja, tapi saya percaya beliau melakukan itu pasti ada tujuan positifnya. Beliau sekarang sudah wafat dan di makamkan di Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang. setiap hari banyak peziarah yang datang ke makamnya dan dengan banyaknya peziarah yang datang banyak orang yang menganggap dia merupakan wali kesepuluh.

Setelah dari Jombang perjalanan berlanjut ke stasiun Peterongan dan stasiun Sumobito. Dua stasiun ini sudah dekat dengan rumah saya, tapi saya turunnya di stasiun berikutnya, yakni stasiun Curahmalang karena jaraknya paling dekat dengan rumah, yaitu sekitar 100 meter. Jam menunjukkan pukul 14.00 dan saya turun dari perjalan yang sangat melelahkan tapi menyenangkan. Seperti inilah perjalanan saya dari Malang sampai Jombang, banyak hal yang bisa saya peroleh dari perjalanan ini, salah satunya bisa lebih mudah untuk mengenal orang yang baru dikenal. Terima kasih telah membaca cerita ini, saya minta maaf kalau ada kata-kata yang kurang sopan. Semoga cerita ini bermanfaat untuk teman-teman, minimal buat mengisi waktu kosong. Just do it, not more speaking, and always pray. I think this is key to success.
Penulis : Rudiasa (Mahasiswa FE UM)

May 20, 2012

Menikah itu (kayaknya) Menyenangkan

Pagi ini bangun jam 4 pagi, setelah bangun alhamdulillah final Liga Champions Eropa masih berlangsung. saya melihat pertandingan itu ketika sudah di babak perpanjangan waktu . alangkah terkejutnya saya ketika Bayern Munchen mendapat hadiah pinalti dan untungnya sang eksekutor, yakni Arjen Robben gagal memasukkan bola ke gawang Petr Cech. Setelah perpanjangan waktu selesai hasil tetap 1-1 dan akhirnya terjadi adu pinalti. Adu pinalti itu dimenangkan oleh Chelsea dan dia berhak membawa pulang trofi Liga Champions Eropa ke tahah inggris. Begitulah ulasan sedikit tentang final Liga Champions Eropa yang dilangsungkan di Allianz arena. 

Tulisan kali ini tidak berfokus pada final Liga Champions, itu hanya selingan saja, tapi fokus dari tulisan ini ialah membahas mengenai “menikah dan sebuah kesenangan”. Menurut Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 pengertian pernikahan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam pandangan Islam, pernikahan merupakan ikatan yang amat suci dimana dua insan yang berlainan jenis dapat hidup bersama dengan direstui agama, kerabat, dan masyarakat. 

Aqad nikah dalam Islam berlangsung sangat sederhana, terdiri dari dua kalimat "ijab dan qabul". Tapi dengan dua kalimat ini telah dapat menaikkan hubungan dua makhluk Allah dari bumi yang rendah ke langit yang tinggi. Dengan dua kalimat ini berubahlah kekotoran menjadi kesucian, maksiat menjadi ibadah, maupun dosa menjadi amal sholeh. Aqad nikah bukan hanya perjanjian antara dua insan. Aqad nikah juga merupakan perjanjian antara makhluk Allah dengan Al-Khaliq. Ketika dua tangan diulurkan (antara wali nikah dengan mempelai pria), untuk mengucapkan kalimat baik itu, diatasnya ada tangan Allah SWT, "Yadullahi fawqa aydihim".

Begitu sakralnya aqad nikah, sehingga Allah menyebutnya "Mitsaqon gholizho" atau perjanjian Allah yang berat. Juga seperti perjanjian Allah dengan Bani Israil dan juga Perjanjian Allah dengan para Nabi adalah perjanjian yang berat (Q.S Al-Ahzab : 7), Allah juga menyebutkan aqad nikah antara dua orang anak manusia sebagai "Mitsaqon gholizho”. 

Allah SWT menegur suami-suami yang melanggar perjanjian, berbuat dzalim dan merampas hak istrinya dengan firmannya : "Bagaimana kalian akan mengambilnya kembali padahal kalian sudah berhubungan satu sama lain sebagai suami istri. Dan para istri kalian sudah melakukan dengan kalian perjanjian yang berat "Mitsaqon gholizho"." (Q.S An-Nisaa : 21). 

Sebaiknya sebelum menikah memeriksakan kesehatan untuk memastikan dengan benar, bahwa kita dalam keadaan benar-benar sehat. Apabila yang mengidap penyakit berbahaya meneruskan pernikahannya, dia akan mendapat dosa karena dengan sengaja menularkan penyakit kepada pasangannya. 

Tanggung jawab wali terhadap seorang wanita akan berpindah kepada seorang laki-laki yang menikahi wanita tersebut, antara lain: 
1. Tanggung jawab memberi nafkan yang secukupnya, baik lahir maupun batin 
2. Tanggung jawab menyediakan tempat tinggal yang selayaknya 
3. mendidik akhlak dan agama dengan baik 
4. mengayomi, melindungi kehormatan dan keselamatan istrinya 

Buat apa menikah? Nabi Muhammad SAW telah bersabda bahwa bila kamu telah merasa mampu maka menikahlah karena menikah itu lebih baik untuk mencegah perbuatan maksiat. Benarkah ungkapan itu? ya benar untuk kita yang menikah dengan tujuan ibadah bukan untuk menggratiskan pemuasan hawa nafsu (maaf). sebagian orang ada yang menikah siri hanya untuk memuaskan yang dibawah perut, Sudah punya istri dirumah yang cantik, setia, sholehah tapi sang suami tetap saja mencari wanita lain yang lebih sedap menurutnya. lalu apa tujuan menikah? 

1. Memiliki keturunan yang sholeh dan sholehah 
2. Mencegah perbuatan maksiat (zina) 
3. Membentuk keluarga islam yang madani 
4. Menyatukan umat islam agar tidak bercerai berai 
5. Membina keluarga yang sejahtera dalam naungan islam 
6. Memperkuat Ekonomi dan kesejahteraan 

Dalam segi kesehatan, menikah mempunyai banyak menfaatnya. Dikutip dari AOLHealth, ada beberapa alasan kesehatan yang membuat seseorang harus menikah, yaitu: 

1. Menikah bisa mengurangi stress 
Studi dari University of California menemukan bahwa orang yang menikah akan lebih bahagia dan mampu mengurangi kadar stressnya dibandingkan dengan orang yang tak menikah. Peneliti mengambil sampel air liur partisipan untuk menguji tingkat kortisol (hormon stress), diketahui orang yang menikah memiliki kadar kortisol yang lebih rendah sehingga tingkat stressnya lebih kurang. 

2. Menikah bisa mengurangi kemungkinan terkena stroke 
Studi terbaru menunjukkan pernikahan bahagia bisa membantu mencegah stroke fatal pada laki-laki. Didapatkan laki-laki yang tidak menikah memiliki risiko 64% lebih tinggi terkena stroke fatal dibandingkan dengan laki-laki menikah. 

3. Menikah mengurangi risiko terkena demensia 
Orang setengah baya yang hidup sendiri dua kali lebih mungkin mengalami demensia dan penyakit Alzheimer dibandingkan dengan orang yang menikah. Sedangkan orang yang bercerai pada usia setengah baya akan membuatnya memiliki risiko 3 kali lipat. Hasil ini berdasarkan penelitian yang dipimpin oleh Miia Kivipelto dari Swedish Medical University Karolinska Institutet. 

4. Menikah dapat menurunkan tekanan darah 
Berdasarkan penelitian dari Brigham Young University diketahui laki-laki dan perempuan yang menikah akan memiliki tekanan darah lebih rendah dibandingkan dengan lajang. Hal ini karena pada umumnya orang-orang tersebut memiliki sistem yang lebih teratur dan tidak terlalu cuek lagi dengan kesehatan dirinya sendiri. 

5. Menikah menjauhkan seseorang dari depresi 
Pernikahan umumnya memberikan dukungan sosial dan juga emosional sehingga dapat mengurangi depresi serta kecemasan seseorang. Bahkan sebuah studi menunjukkan orang yang sudah memiliki depresi akan mendapatkan dorongan psikologis dari pernikahannya. Hasil studi ini dilaporkan dalam Journal of Health and Social Behavior. 

6. Menikah bisa menjauhkan seseorang dari tindakan berisiko 
Sebelum menikah umumnya seseorang tidak terlalu memperhatikan kondisi tubuhnya dan bertindak sesuka hati. Tapi studi menunjukkan pernikahan bisa membuat seseorang lebih sedikit terlibat dalam perilaku berisiko seperti mengonsumsi alkohol, sering pulang malam dan juga tidak merawat diri. Hal ini karena ada orang-orang yang harus ia perhatikan selain dirinya sendiri. Selain itu jika ia sudah memiliki anak umumnya akan lebih jauh berperilaku sehat. 

Nasehat untuk kita yang ingin menikah 
Menyatukan dua keluarga itu memang tidak mudah, namun jika kita bisa menyatukan dengan iman dan karena Allah Ta'ala segalanya akan menjadi lebih mudah. Tingkatkan kesabaran, pilihlah suami atau istri yang memiliki iman yang kuat dan sabar. Semoga sedikit tulisan ini bermanfaat untuk kita semua, terutama untuk kita yang ingin menikah. Just do it, not more speaking, and always pray. I think this is key to success. 
Penulis : Rudiasa (Mahasiswa FE UM)

May 11, 2012

Me and Friends

Bakti Sosial di Kec. Pujon Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang 2010 











Gebyar Ramadhan Ceria(GRC) LSO Muslim Studi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang 2011



Acara Forum Silaturrahmi Studi Ekonomi Islam(FoSSEI) di ISID Gontor Ponorogo 2011 


Ospek Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang 2010 

Bedah Buku LSO Muslim Studi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Malang 2011 






Acara Forum Silaturrahmi Studi Ekonomi Islam(FoSSEI) di IAIN Sunan Ampel Surabaya 2011

May 1, 2012

Paradigma

Sore itu disebuah subway di kota New York, suasana cukup sepi. Kereta api bawah tanah itu cukup padat oleh orang-orang yang baru pulang kerja.

Tiba-tiba, suara hening terganggu oleh ulah dua orang bocah kecil berumur sekitar 3 dan 5 tahun yang berlarian kesana kemari. Mereka berdua mulai mengganggu penumpang lain. Yang kecil mulai menarik- narik korang yang sedang dibaca oleh seorang penumpang, kadang merebut pena ataupun buku penumpang yang lain. Si kakak sengaja berlari dan menabrak kaki beberapa penumpang yang berdiri menggantung karena penuhnya gerbong itu.

Beberapa penumpang mulai terganggu oleh ulah kedua bocah nakal itu, dan beberapa orang mulai menegur bapak dari kedua anak tersebut. “Pak, tolong dong anaknya dijaga!” pinta salah seorang penumpang. Bapak kedua anak itu memanggil dan menenangkannya. Suasana kembali hening, dan kedua anak itu duduk diam. Tak lama kemudian, keduanya mulai bertingkah seperti semula, bahkan semakin nakal. Apabila sekali diusilin masih diam saja, kedua anak itu makin berani. Bahkan ada yang korannya sedang dibaca, langsung saja ditarik dan dibawa lari. Bila si-empunya koran tidak bereaksi, koran itu mulai dirobek-robek dan diinjak-injak.

Beberapa penumpang mulai menegur sang ayah lagi dengan nada mulai kesal. Mereka benar-benar merasa terganggu, apalagi suasana pulang kerja, mereka masih sangat lelah. Sang ayah memanggil kembali kedua anaknya, dan keduannya mulai diam lagi. Tapi hal itu tidak berlangsung lama. Si anak mulai membuat ulah yang semakin membuat para penumpang di gerbong bawah tanah itu mulai marah.

Beberapa penumpang mulai memarahi sang ayah dan membentak. “Pak bisa mendidik anak tidak sich!” kata seorang penumpang dengan geram.

“Dari tadi anaknya mengganggu semua orang disini, tapi bapak koq diam saja”. Sang ayah bangkit dari duduknya, menghampiri kedua anaknya yang masih mungil, menenangkannya, dan dengan sangat sopan berdiri dan berkata kepada para penumpang yang ada di gerbong itu. “Bapak-bapak dan ibu-ibu semua, mohon maaf atas kelakuan kedua anak saya ini. Tidak biasanya mereka berdua bertingkah nakal seperti saat ini. Tadi pagi, kedua anak saya ini baru saja ditinggal oleh ibu mereka yang sangat mereka cintai. Ibu kedua anak saya ini meninggal karena penyakit LEUKEMIA yang dideritanya”. Bapak itu diam sejenak, dan sambil mengelus kepala kedua anaknya meneruskan ceritanya. “Mungkin karena kejadian yang menimpa ibu mereka berdua itu begitu mendadak, membuat kedua anak saya ini belum bisa menerima kenyataan dan agak sedikit shock karenanya. Sekali lagi saya mohon maaf”. Seluruh orang didalam gerbong kereta api bawah tanah itu seketika terdiam. Mereka dengan tiba-tiba berubah total, dari memandang dengan perasaan kesal karena kenakalannya, berubah menjadi perasaan iba dan sayang. Kedua anak itu masih tetap nakal, mengganggu seluruh penumpang yang ditemuinya. Tetapi, orang yang diganggu malah kelihatan tambah menampakkan kasih sayangnya. Ada yang memberinya coklat, bahkan ada yang menemaninya bermain.

PERHATIKAN KONDISI SUBWAY ITU. PENUMPANGNYA MASIH SAMA. KEDUA ANAK ITU MASIH NAKAL-NAKAL. Tetapi terjadi perubahan yang sangat mencolok. SUASANA DIDALAM SUBWAY ITU BERUBAH 180 DERAJAT. KENAPA?…. KARENA SEBUAH INFORMASI. INILAH YANG DISEBUT PERUBAHAN PARADIGMA. Ternyata, batas antara SETUJU dan MENOLAK itu sangat tipis sekali. Dan itu tidak akan pernah dapat ditembus, kecuali oleh sebuah INFORMASI yang benar.