RSS
Facebook
Twitter

November 23, 2013

Perusahaan Jasa



Perusahaan jasa ialah perusahaan yang kegiatan utamanya memberikan jasa kepada konsumen. Perusahaan jasa tidak menjual barang seperti perusahaan dagang. Perusahaan jasa pun tidak memproduksi barang seperti perusahaan manufaktur. Terdapat empat karakteristik yang membedakan jasa dan barang, antara lain:

1. Tidak berwujud (Intangible), Sifat jasa tidak mempunyai wujud fisik yang bisa dilihat dan diraba

2. Tidak dapat dipisahkan (inseparability), Tidak ada pemisahan antara produksi dan penjualan jasa. Kedua hal itu terjadi pada waktu yang bersamaan

3. Berubah-ubah (variability), jasa memiliki sifat yang tidak bisa di standarisasi karena sangat bergantung pada selera, waktu, tempat, dan karakteristik konsumen

4. Tidak dapat disimpan (perishability), jasa memiliki sifat yang tidak dapat disimpan untuk dijual kembali pada waktu yang berbeda, sehingga perusahaan jasa tidak mempunyai persediaan jasa

Proses produksi dan penjualan jasa dalam perusahaan jasa berlangsung ketika terjadi kesepakatan antara pelaku bisnis, yakni perusahaan yang bersangkutan dan konsumen. Sehingga menurut sudut pandang akuntansi, ada dua transaksi utama dalam perusahaan jasa, yakni transaksi administratif dan transaksi penjualan jasa.

Terkadang produk yang dimiliki perusahaan jasa 100% tidak berbentuk jasa. Contohnya seperti jasa transportasi kereta api. Industri kereta api tidak bisa memberikan jasa transportasinya tanpa adanya kereta api yang notabene merupakan aset berwujud (aset tetap).

Terdapat lima jenis produk yang ditawarkan perusahaan terkait dengan produk jasa atau barang. Kelima kategori tersebut ialah:

1. 100% barang, penawaran jenis ini sepenuhnya menawarkan sebuah barang. Contonya seperti buku, pasta gigi, perlengakapan dapur, dll.

2. Barang dengan tambahan berupa jasa, jenis ini menawarkan barang dengan tambahan sedikit jasa. Jenis ini biasanya diterapkan di perusahaan manufaktur mobil, komputer, dan telepon gengam. Para produsen barang elektronik tersebut biasanya memberikan pelayanan berupa purna jual kepada para konsumennya.

3. Hybrid, penawaran jenis ini menawarkan penggabungan jasa dan barang pada waktu yang bersamaan. Contonya ialah seperti kafetaria. selain menyediakan makanan dan minuman yang lezat, kafetaria juga menyediakan suasana yang nyaman untuk bersantai.

4. Jasa dengan tambahan barang, jenis ini menawarkan penggabungan jasa dengan barang, namun proporsi jasa lebih besar daripada proporsi barang. Contohnya seperti jasa penerbangan, dll.

5. 100% jasa, penawaran jenis ini sepenuhnya menawarkan sebuah jasa. Contohnya seperti jasa potong rambut, jasa memasak, dll.

Penulis : Rudiasa (Mahasiswa FE UM)

November 20, 2013

Aku dan Wanita Misterius itu


Sang hujan tampaknya mulai gemar untuk singgah di Kota Malang. Sore ini buktinya, keindahan kepulangan sang matahari di ufuk barat tidak bisa aku nikmati di sore ini. Hujan penyebabnya. Namun aku cukup suka dengan sang hujan. Dia bisa menghasilkan pelangi yang sangat indah. Berbagai warna yang ia tampilkan sudah cukup membuktikan bahwa ia merupakan sesuatu yang sangat indah.

Sore ini aku sedikit kecewa. Kecewa karena aku menggunakan rencana B, yakni membuat rencana baru. Rencana lama yang sudah cukup matang sirna karena aku terlalu ceroboh. Mungkin ini bukan yang diinginkan Allah, atau mungkin aku terlalu sempurna dalam membuat rencana. Entah, yang pasti aku tidak tahu sama sekali. Setidaknya dengan kegagalan rencana ini aku sadar bahwa lain kali aku tidak boleh ceroboh.

Suara adzan telah berkumandang. Itu menandakan shalat isya telah datang. aku pun bergegas menuju Masjid Al Hikmah UM untuk bermanja-manja dengan Allah. Kali ini aku mengobrol dengan Allah mengenai kuliahku, mengenai rencana pekerjaanku, dan mengenai jodohku kelak. yang pasti dalam do’a itu aku meminta agar diberi kemudahan dalam menggapainya. Salah satu teman baikku pernah berkata, “do’a saja ndak cukup, harus berikhtiyar”. Aku merenungi makna kalimat ini, dan ternyata benar. Do’a saja tidak cukup, aku juga harus berusaha. Berusaha dalam menyelesaikan kuliah, berusaha dalam mencari pekerjaan yang aku cintai dan diridhoi Allah, dan berusaha untuk mencari pasangan hidup yang aku cintai dan diridhoi Allah.

Selepas shalat aku pun pulang. Langkah kakiku ditemani tetesan air hujan yang masih enggan untuk berhenti. Untung pada waktu itu hanya gerimis. Coba kalau hujan lebat, mungkin aku akan bermalam di rumah Allah. Aku lihat sekeliling ternyata keadaan sudah sangat sepi. Mungkin sang hujan juga yang menyebabkan.

Langkah kakiku terhenti ketika aku melihat sesosok wanita yang sedang membungkuk di pokok gedung itu. Nampaknya ia sedang mencari sesuatu yang hilang. Dia manggunakan pakaian yang serba putih. Rambutnya pun panjang. Pada waktu itu aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas karena rambutnya yang panjang menutupi sebagian besar wajahnya.

“kenapa wanita itu?”, aku bertanya pada diriku sendiri. Aku coba untuk mendekatinya. Mendekatinya agar aku bisa melihat wajahnya dan mengetahui apa yang ia lakukan. Jam tanganku sudah menunjukkan pukul 8 malam. Suasana di sekitar gedung itu pun sudah sangat sepi. Hanya aku dan dia yang ada disitu. Ditambah lagi pada waktu itu hujan sudah mulai deras, sehingga keadaan menjadi sangat menakutkan.

Dengan langkah hati-hati aku mulai mendekati wanita berambut panjang itu. Nampaknya ia tidak melihatku. Ia masih membungkuk dan mondar-mandir di pojok gedung itu. Jujur aku sangat takut, namun karena rasa penasaranku yang sangat besar maka aku bulatkan tekadku untuk menemuinya.

“mbak apa yang kamu lakukan?”, sapaku dengan suara agak serak karena takut

Tidak ada jawaban pada saat itu, aku pun bertanya lagi, “mbak apa yang kamu lakukan?”

Lagi-lagi tidak ada jawaban. aku sempat kesal dibuatnya, dan dengan terpaksa aku menepuk bahunya dan berkata, “mbak apa yang kamu lakukan?”.

Ia hanya diam, namun ia menangis pada waktu itu. Aku binggung harus melakukan apa. Apakah aku pergi dan meninggalkannya yang sedang menangis di tengah sepinya kampus? ataukah aku membantu dia dan membuatnya tidak menangis lagi?. Pikiranku sangat binggung pada saat itu. Entah dari mana asalnya, yang pasti bulu kudukku berdiri pada saat itu. Aku pun berusaha untuk menghilangkan rasa takut ini. Setelah berpikir sejenak, aku putuskan untuk membantu dia.

“mbak apa yang kamu lakukan di sini?”, tanyaku lagi

“aku mencari sesuatu yang hilang mas”, jawabnya pelan sambil mengusap air matanya

“apa yang kamu cari?”, tanyaku lagi

“sesuatu yang sangat berharga”, jawabnya

“apa sesuatu itu?”, tanyaku lagi

“cukup aku saja yang tahu, orang lain tidak perlu tahu. Termasuk mas”, jawabnya

“oke aku mengerti, tapi aku ingin membantu kamu agar kamu cepat pulang. ini hujannya makin deras, dan malam pun makin larut. Bahaya kalau jam segini masih ada wanita yang berada di kampus”, jelasku

Dia hanya diam. Kemudian ia pergi ke gedung sebelahnya sambil tetap membungkuk untuk mencari barangnya yang belum ketemu. Mungkin sesuatu itu spesial, sehingga ia rela harus mencarinya sampai larut malam seperti ini.

Ku lirik jam tanganku, dan ia sudah menunjukkan pukul 10 malam. Aku ingin pulang, tapi aku tak tega untuk meninggalkannya. Hingga aku pun mengikutinya dari belakang.

“mbak sesuatu yang hilang itu begitu berharga ya buat kamu?”, tanyaku

“iya mas. Dengan sesuatu itu aku lebih bersemangat dalam menjalani hidup. Aku sangat sayang dengan sesuatu itu. Aku ndak akan pulang sebelum menemukannya”, jawabnya

Aku hanya diam. Kemudian ia berkata lagi, “nama mas siapa? Kok tumben mau bantuin aku?”.

“tadinya aku mau pulang, namun aku melihat wanita yang nampaknya sedang kebinggungan. Untuk itulah aku kesini. Oya namaku Rudi, aku dari Fakultas Ekonomi. Nama kamu siapa?”, timpalku

“aku Nidia, aku dari Fakultas Pendidikan. Oya terima kasih sudah perduli sama aku. Aku rasa sesuatu yang hilang itu sudah aku temukan”, jawabnya

“Apa itu?”, tanyaku

“hatimu”, jawabnya sambil tersenyum lebar

Aku pun ikut tersenyum, ingin sekali aku mengenalnya lebih dekat. Namun sayang ia sudah pergi dari hadapanku. Ia lari menerobos lebatnya hujan di malam itu. Aku coba untuk mengejarnya. Namun kakiku terasa lumpuh. Kakiku tidak bisa bergerak untuk mengejarnya. Aku hanya bisa melihatnya pergi begitu saja tanpa bertanya kenapa ia mencari hatiku. Selang beberapa saat ia sudah hilang. Satu yang kuingat dari dia, namanya ialah Nidia.

“Allah Akbar.. Allah Akbar”

Aku mendengar suara adzan dari kejauhan, makin lama suara itu makin keras. Makin keras dan makin keras. Aku tidak tahu dari mana suara adzan itu.

“rud bangun sudah subuh!”, ucap seseorang yang tidak aku ketahui

“rud bangun, sudah subuh!”, suara itu terdengar lagi

Dengan terkejut aku bangun dan berteriak, “haaahhh!”

Astaga, aku bermimpi. Aku bermimpi bertemu dengan seorang wanita bernama Nidia. Suara adzan itu, itu ialah suara muadzin yang berada di masjid dekat kostku. Sementara untuk suara yang terakhir, itu ialah suara teman baikku yang mencoba membangunkanku.

Penulis : Rudiasa (Mahasiswa FE UM)

November 12, 2013

Mabit dan Kenikmatannya

Kota Malang merupakan kota yang sangat dinamis dalam hal beragama. Faktor utamanya tak pelak karena banyaknya kampus dan lembaga pendidikan lainnya. Sudah tiga tahun aku mengenyam pendidikan di Kota Malang, tepatnya di Universitas Negeri Malang (UM). Rasanya? Sangat nikmat, apalagi ketika mengkaji tentang agama islam. Agama yang insya allah menjadi agama pertamaku dan agama terakhirku.

Kemarin malam (9/11/2013) aku diundang oleh aktivis dakwah UM untuk mengikuti acara di Masjid Utsman Bin Affan yang beralamat di Jl. Sunan Kalijaga No. 8 Merjosari Malang. Acara itu ialah MABIT, Malam Bina Iman dan Takwa. Pesertanya ialah para aktivis dakwah se-Malang Raya. Sudah beberapa kali aku mengikuti acara seperti ini, namun acara kemarin agak beda. Penitianya lebih profesional dan pesertanya lebih banyak.

Acara dimulai pukul 21.00 WIB dengan tausiyah dari Ustad Fajar Nazri tentang keutamaan Ukhuwah (Persaudaraan) dalam Islam. Selain menjadi ustad, beliau juga menjadi dokter dan direktur Rumah Sakit Khusus Geriatri TEJA HUSADA di daerah Kepanjen Kab. Malang. Lugas, jelas, dan penuh makna serta diselingi dengan candaan yang positif merupakan ciri khas beliau dalam memberi tausiyah. Banyak peserta yang terhanyut dalam tausiyah beliau, salah satunya diriku.

Selepas ustad fajar menyampaikan materi, acarapun dilanjutkan dengan tilawah Al Qur’an. Tilawah Al Qur’an bahasa gampangnya ialah mambaca Al Qur’an. Satu peserta satu juz. Aku kemarin kebagian juz 22, yakni Surat Al-Ahzab 31 sampai Surat Ya Sin 21. Dengan semangat yang masih belum pudar dan ditambah dengan sunyinya masjid Utsman Bin Affan membuat kami sangat nikmat dalam membaca dan menikmati ayat-ayat suci Al Qur’an. Suara rangkaian huruf hijaiyah pun menggema di masjid yang berada di belakang Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang itu.

Jam menujukkan pukul 23.00, itu menandakan bahwa kami harus segera tidur untuk persiapan Qiyamul Lail (Shalat Tahajud). Sedang asyik bermimpi indah, aku dibangunkan oleh panitia pukul 2.30 pagi. Raga masih terasa sangat letih, matapun masih terasa sangat perih. Ditambah lagi pagi itu udara pagi Kota Malang sangat dingin, sehingga sangat nikmat untuk dibuat tidur kembali. Namun, karena dari rumah sudah berniat untuk bermanja-manja dengan Allah SWT maka akupun bangkit dan mengambil air wudhu. Dinginnya air wudhu berhasil mengusir rasa kantukku. Setelah berwudhu akupun bermanja-manja dengan Allah SWT hingga suara muadzin berkumandang yang menandakan bahwa shalat subuh telah datang.

Biasanya selepas shalat subuh kami langsung pulang. Namun acara kemarin tidak seperti itu. Ada satu acara lagi yang harus dilakukan sebelum pulang, yakni membaca Al Ma’tsurat karangan Hasan Al-Banna. Al Ma’tsurat berisi tentang beberapa ayat suci Al Qur’an dan do’a-do’a Rasulullah semasa beliau masih hidup. Pembacaan Al Ma’tsurat dilakuknan dalam dua waktu, yakni pagi hari dan sore hari.

Sebagai orang Muslim, sudah sepantasnya kita mengkaji banyak hal tentang agama islam. Banyak kendaraan yang bisa kita gunakan untuk mengkaji hal-hal itu, salah satunya ialah mengikuti Malam Bina Iman dan Takwa (MABIT). Jujur, acara kemarin sangat nikmat dan menyenangkan. Ndak percaya? Silahkan dibuktikan sendiri.

Penulis : Rudiasa (Mahasiswa FE UM)

November 5, 2013

Keutamaan Qiyamul Lail



Sebagai orang islam, ndak ada salahnya sesekali kita bangun lebih pagi. Kemudian mengambil air wudhu dan bermanja-manja dengan Allah melalui qiyamul lail. Berikut keutamaan qiyamul lail menurut Rasulillah SAW melalui hadist sahihnya,

1. Kebiasaan Orang Shalih

Rasulullah SAW bersabda: “hendaklah kalian shalat malam, karena ia kebiasaan yang dikerjakan orang-orang shalih sebelum kalian. Ia adalah ibadah yang mendekatkan diri kepada Rabb kalian, penghapus berbagai kesalahan dan pencegah perbuatan dosa.” (HR. Tirmidzi)

2. Shalat yang Disaksikan

Diriwayatkan dari Amr bin Abasah r.a. berkata : aku berkata: wahai rasulullah, (bagian) dari malam manakah yang paling didengar (oleh Allah)?, beliau bersabda: “pertengahan malam yang terakhir, maka shalatlah sesukamu, karena shalat tersebut disaksikan dan dicatat hingga kamu shalat subuh.” (HR. Abu Dawud)

3. Mengantarkan Masuk Surga

Rasulullah SAW bersabda : “Wahai seluruh manusia! Tebarkanlah salam, berilah makanan, dan shalat malam di saat orang-orang sedang tidur. Maka kalian akan masuk surga dengan selamat”(HR. Ibnu Majah)

4. Allah Limpahkan Rahmat dan Kasih Sayang-Nya

“Allah merahmati seorang suami yang bangun di malam hari lalu dia shalat dan membangunkan istrinya, jika sang istri enggan, maka ia percikkan air ke wajahnya dan Allah merahmati seorang istri yang bangun malam hari lalu dia shalat dan membangunkan suaminya jika suaminya enggan, dia percikkan air pada wajahnya.” (HR. Abu Dawud)

5. Do’a Terkabul

Rasulullah SAW bersabda: “sesungguhnya pada malam hari ada dua saat, tidaklah seorang muslim memohon kepada Allah kebaikan dari urusan dunia dan akhirat bertepatan dengan saat tersebut, melainkan dia memberikan permohonan dan hal tersebut pada setiap malam.” (HR. Muslim)

Kelima keutamaan di atas hanyalah sebagian dari sekian banyak keutamaan qiyamul lail. Semoga bermanfaat.

NB : tulisan ini terinspirasi ketika aku mengikuti DAMBA 2013 yang diadakan oleh LDF Muslim Studi FE UM di Cuban Talun kemarin (1-3 November 2013).

Penulis : Rudiasa (Mahasiswa FE UM)

October 27, 2013




Setelah pertunjukan pembacaan puisi selesai, rosyid tampak gelisah memikirkan hubungannya dengan delia. Seorang gadis berparas cantik yang bukan seagama dengan dia. Tak lama setelahnya delia menemui rosyid dan terjadilah perbincangan yang cukup seru. perbincangan yang menyadarkan keduanya bahwa pernikahan beda agama itu ndak baik untuk dilakukan. Bukan hanya aspek cinta saja yang mereka pikirkan, tetapi juga aspek keluarga, tetangga, dan anak-anak mereka kelak.
“rosyid”, sapa delia
Rosyid pun beranjak dari tempat duduknya dan menemui delia yang berada ditengah-tengah panggung.
“Sid, malam ini kan kita sudah janji untuk mengambil keputusan. kamu sudah tahu jawabannya belum?, tanya delia dengan wajah penasaran
“Kamu?”, Balas rosyid
“Jujur sampai sekarang aku belum tahu sid”, ucap delia pelan
Suasana menjadi hening, kemudian rosyid berkata “kita memang tidak pernah punya jawaban yang pasti, karena setiap orang berbeda pendapat, dan juga keyakinan”.
“jadi?”, balas delia
“Jadi ya kita harus berani mengambil keputusan, meskipun kita tidak punya jawaban yang pasti. Atau kita akhiri. Dua-duanya memang tidak ada yang jelas buat kita”, ucap rosyid
“sebenarnya kita masih bisa sama-sama ya?, tapi pasti banyak yang terluka, buat apa kita bahagia tapi banyak yang nangis?, kamu ingat ndak kamu pernah berkata bahwa jodoh itu tuhan yang ngatur, kita tidak akan pernah tahu sebelum kita hidup dengan seseorang itu” balas delia dengan suara sesak
“kita lihat aja nanti”, jawab rosyid sambil tersenyum
Delia pun ikut tersenyum dan dia berucap,”aku setuju sid dengan kalimat itu, “kita lihat aja nanti””.
Sesaat setelahnya wajah delia tampak lesu dan mulai mengeluarkan air mata. Dia berucap “Tapi sid, kita bakal ketemu lagi kan?, mungkin nanti di surga”.
“kita lihat aja nanti”, jawab rasyid sambil tersenyum

# sepenggal rangkaian kata yang aku ambil dari film “3 hati 2 dunia 1 cinta”
Penulis : Rudiasa (Mahasiswa FE UM)

October 19, 2013

Dies Natalis UM ke-59





Kota Malang tengah berbahagia. Pasalnya kemarin salah satu kampus terbaiknya mengadakan acara dies natalis yang ke 59. Tepat pada Jum’at, 18 Oktober 2013 Universitas Negeri Malang (UM) memperingati hari jadinya yang ke 59. Euforia kebahagiaan menjalar di penjuru kampus yang dinahkodai oleh Bapak Prof Dr. H. Suparno itu. Sekian lama berkiprah pada dunia pendidikan di Kota Malang, UM sudah banyak mencetak sarjana-sarjana sukses, salah satuya Bapak Mario Teguh yang notabene merupakan motivator terkenal di Indonesia.

Acara sakral ini dipusatkan di Graha Cakrawala UM dan Lapaangan Upacara UM (depan gedung A2). hampir semua civitas akademika ikut meramaikan acara ini. mulai dari rektor, para dekan, guru besar, dosen, pegawai administrasi, dan mahasiswa. pihak luar pun diundang untuk ikut memeriahkan acara ini. Pihak luar yang dimaksud ialah pemerintah kota (PEMKOT) Malang dan perwakilan dari seluruh kampus yang ada di Malang Raya. Acara ini dipastikan semakin seru karena didatangi oleh kepala dinas propinsi jawa timur, yakni Bapak Dr. Harun, MSi, MM.

Serentetan acara sudah disiapkan oleh panitia untuk memeriahkan acara ini. Dimulai pada dua hari yang lalu (16/10), yakni acara donor darah di Graha Cakrawala UM yang dipelopori oleh PMI Kota Malang, kemudian dilanjutkan pada hari jum'at kemarin dengan acara Seremoni Dan Ramah Tamah di Graha Cakrawala UM, dan ditutup pada minggu besok (20/10) dengan acara Jalan Sehat, Bazar, Senam Aerobik, dan Panggung Hiburan yang dipusatkan di Lapangan Upacara UM. Acara penutupan ini merupakan acara puncak dari dies natalis UMyang ke 59, sehingga dipastikan akan menyedot peserta yang sangat banyak. Acara puncak ini akan semakin menarik karena ada beberapa door prize yang siap dibawa pulang oleh peserta. Door prize itu berupa sepeda motor, televisi, laptop, tablet PC, dll.

Menurut pengamatan penulis, sudah banyak perubahan progresif yang terjadi di Universitas Negeri Malang (UM), baik itu dalam bidang akademis, maupun pembangunan infrastruktur. Dalam bidang akademis terlihat dalam penambahan fakultas dan prodi dalam beberapa tahun terakhir. Sekarang sudah ada fakultas baru yang berdiri di UM, yakni Fakultas Pendidikan Psikologi. Proses pengerjaan Gedung Rektorat yang berada di depan Gedung Sasana Budaya UM dan perbaikan jalan di hampir seluruh fakultas merupakan bukti nyata dari pembangunan infrastruktur itu.

Namun demikian, masih banyak pula yang harus diperbaiki UM agar menjadi kampus idaman. Salah satunya peningkatan keperdulian dosen pada mahasiswanya, terutama ketika proses pengerjaan tugas akhir (skripsi). Peningkatan layanan internet juga harus diupayakan agar para mahasiswa merasa lebih nyaman untuk mencari ilmu di kampus ini.

Penulis : Rudiasa (Mahasiswa FE UM)

October 16, 2013

Pak Tua yang Taat Shalat Berjamaah



Siang itu sangat panas. Kota Malang seakan dibakar oleh kemarahan sang matahari. Sang angin pun tak sanggup menahan panasnya sang matahari ketika ia marah. Sedang asyik mengerjakan tugas akhir, ada suara sayup-sayup dari kejauhan. Aku sangat mengenal suara merdu itu. Suara itu ialah tanda bahwa Allah sangat sayang dengan hamba-hambaNya. Suara itu ialah suara adzan. Sang malaikat dan sang setan sempat perang argumen di hati kecilku, alhamdulillah adu debat itu dimenangkan oleh sang malaikat.

Aku pun bergegas menuju kamar mandi dan berwudhu. Sesaat setelahnya aku menuju masjid yang berada di dekat kostku. Masjid tiga lantai itu sering aku gunakan untuk bermanja-manja dengan Allah. Jamaah di masjid itu cukup banyak, salah satunya pak tua yang sering aku temui. entah siapa nama pak tua itu, yang pasti tempat tinggalnya di dekat masjid itu.

Pak tua itu kalau shalat agak lain dari biasanya. Kalau orang normal shalatnya sambil berdiri, tetapi beliau shalatnya sambil duduk. Dulu beliau shalatnya sambil berdiri. tetapi setelah terkena komplikasi penyakit dalam, beliau sudah tidak bisa shalat dalam keadaan berdiri lagi. Yang membuatku kagun dari pak tua itu ialah beliau masih mempunyai semangat luar biasa untuk shalat berjamaah. Bukan hanya shalat wajib yang beliau lakukan, shalat sunnah rawatib dan tahiyatul masjid pun sering beliau lakukan sebelum iqamah datang. Kondisinya yang seperti itu tidak membuatnya manja dan mengeluh dalam menyembah Allah. Bahkan dia berhasil membuatku iri tentang semangatnya dalam shalat. Aku yang masih sehat seperti ini terkadang malas untuk shalat berjamaah. Sedangkan beliau yang sudah tua dan mempunyai banyak penyakit masih mampu untuk mengerjakan shalat berjamaah.

Buat pembaca yang merasa lebih sehat dari pak tua itu alangkah baiknya kalau kita meniru semangat beliau. Masak kita kalah dengan orang tua? Orang tua yang punya

penyakit seperti itu saja bisa shalat berjamah. Masak kita yang masih muda tidak bisa melakukannya?, secara logika bisa, tetapi terkadang perang argumen yang dilakukan oleh setan dan malaikat di hati kita dimenangkan oleh setan, sehingga kita tidak jadi shalat berjamaah di masjid. Oya Allah itu sangat suka dengan majelis ilmu, dan shalat berjamaah ialah salah satu dari bentuk majlis ilmu itu. Hidup cuma sekali, kapan lagi kita bisa memanjakan Allah kalau tidak pada saat ini?. Manjakan Allah, insya allah Allah akan memanjakan kita.

NB : cerita ini ialah cerita nyata
Penulis : Rudiasa (Mahasiswa FE UM)

Aku lahir di nusantara pada 21 tahun yang lalu. Tumbuh dan besar di Indonesia merupakan sesuatu yang membinggungkan. Terkadang terasa anugrah, namun terkadang juga terasa musibah. Terasa anugrah ketika negeri ini menampilkan sisi positifnya, seperti garuda muda yang menggilas Korea Selatan dalam laga kualifikasi Piala AFC U-19 2014 di Gelora Bung Karno kemarin. Namun terasa seperti musibah ketika para reporter dan presenter menyajikan berita tentang para tikus (koruptor plus ahli suap) yang mencuri uang negara dengan seenaknya sendiri.

Negara ini pada dasarnya kaya, bahkan aku pernah melihat di youtube bahwa Indonesia merupakan negara terkaya di planet ini. berbagai bahan mentah mempunyai nilai yang sangat mahal, salah satunya tembang. Namun sayang pengelolanya kurang beramanah, sehingga negara ini menjadi negara yang kurang bermanfaat untuk warganya. Hanya segelintir orang saja yang dimanjakan dari kebijakan yang dibuat pengelola negara. Yang lain, entah masuk hitungan apa tidak. Yang pasti fakta membuktikan bahwa yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin.

Setahuku dalam islam itu kekayaan didistribusikan, bukan disimpan, apalagi diberikan pada wanita-wanita yang cantik plus berpenampilan menarik saja (terinspirasi dari salah satu kasus korupsi di Indonesia). Agama islam juga mengajarkan kepada kita bahwa amanah merupakan sesuatu yang sangat penting. Namun bagaimana dengan kenyataan di negeri ini? Beginilah ketika agama hanya dijadikan sebagai agama ritual saja. Nilai-nilai positifnya hanya di ikat di masjid dan musholla. Jarang sekali nilai-nilai itu dibawa ke pengadilan, dan tempat-tempat sentral lainnya.

Aku selalu mendambahan negari ini dipegang oleh orang-orang yang beramanah dan ngerti agama. dari mulai satpam sampai pemimpin dipegang oleh orang-orang yang ngerti shalat. Sehingga peluang untuk korupsi berjamaah tidak ada. Yang ada hanyalah peluang untuk shalat berjamaah. Syukur kalau ditambah dengan sering bersedekah pada orang-orang yang masih bergelut dengan kemiskinan. Indonesiaku pasti bisa bangkit, aku percaya itu. Namun jujur, aku benci dengan oknum yang ngatur negeri ini!.

Penulis : Rudiasa (Mahasiswa FE UM)

July 11, 2013

Hari ke 2 Puasa = telat Sahur



Bulan suci Ramadhan telah tiba. Tentunya bulan ini sangat disenangi oleh penduduk bumi, terutama mereka yang beragama islam. Buat penduduk yang non-islampun, bulan Ramadhan ternyata memberi berkah. buktinya banyak orang non-muslim yang berjualan takjil sebelum berbuka puasa. Tahun ini bulan ramadhan yang ke 1434 H/2013 M. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama menetapkan tanggal 10 Juli 2013 merupakan hari pertama puasa. Sekarang tanggal 11 Juli 2013, berarti ini hari ke-2 puasa. 

Hari ke-2 puasa, sahurku telat. Kalau kemarin sahurku jam 2.30 am, kali ini aku sarapan sahur jam 4.00 am. Sebenarnya jam 1.00 am sudah bangun, tetapi aku putuskan untuk tidur lagi karena imsaknya masih lama (di Kota Malang sekitar jam 4.30 am). Hal itu terulang lagi di jam 2.00 pagi, sempat bangun lagi tetapi akhirnya aku tidur lagi karena aku masih menganggap imsaknya masih lama. Di dalam tidurku aku bermimpi agak aneh, sekarangpun sudah lupa. Tetapi yang pasti mimpi itu tentang aktivitasku di kampus.

Aku terbangun setelah mendengar suara merdu orang mengaji di masjid dekat kostku. Ketika baru membuka mata, aku langsung dikejutkan dengan suara yang bersumber dari masjid yang sama. Sayup-sayup aku dengar suara itu berucap “imsak kurang 15 menit lagi”. 

“hah, imsak kurang 15 menit lagi?” teriaku dalam hati

Akupun langsung meloncat deri tempat tidur dan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sehabis ganti pakaian akupun langsung berlari menuju warung dekat kostku untuk membeli sarapan sahur.

“Alhamdulillah warungnya masih buka”, gumanku 

Ternyata Allah masih memberikan kesempatan kepadaku untuk menyantap sarapan sahur pagi ini. Beruntung pada waktu itu yang beli hanya aku, sehingga tidak ada ritual antre mengantre. 

Sampai di kost aku langsung melahap makanan itu. Berhubung imsaknya sudah di bawah 15 menit lagi, akupun memakan makanan itu seperti orang yang sedang mengikuti lomba makan dengan hadiah utama Mobil Suzuki Swift. Baru menyendok beberapa nasi, suara dari masjid itupun terdengar lagi. Kali ini dia berucap “imsak kurang 10 menit lagi”.

“Pak brow kok cepat sekali?, Tidak bisa diundur apa imsaknya?, Ini aku masih sahur!” pikiran ngelanturku tersulut emosi atas kata-kata yang keluar dari sumber suara itu.

Tak lama setelah pikiran ngelanturku berkata, hati kecilku pun berucap juga, “hai Rudi, puasa tidak boleh kesal, apalagi marah. Mungkin lain kali kamu harus bangun lebih awal sehingga tidak telat seperti ini. Tidak perlu menyalahkan orang lain, salahkan dirimu sendiri karena kamu baru bangun jam 4.00 pagi”.

Dari situ akupun sadar bahwa ternyata aku yang salah. “Ngapain aku kesal terhadap orang lain atas kesalahanku sendiri?, Lagipula imsak tidak bisa diundur karena waktunya sudah ditentukan dari dulu. Biarpun hanya dikasih waktu sekitar 10 menit, alhamdulillah aku masih diberi kesempatan untuk menyantap sarapan sahur.” gumanku dalam hati. 

Pagi itu nasinya tidak aku habiskan. Aku hanya memakan 3/4nya saja karena takut kehabisan waktu. Setelah selesai melahap makanan itu, aku menikmati makanan penutup yang diberi ibu kostku, pisang. sehabis melahap pisang akupun segera meminum segelas air putih dan menuju ke kamar mandi untuk menggosok gigi. Setelah menggosok gigi suara yang sama terdengar lagi dari masjid itu. Suara itu berkata “imsak.. imsak.. imsak…”

Leganya hatiku pada waktu itu. Makan sudah, minum sudah, melahap makanan penutuppun juga sudah. Sekarang waktunya persiapan ke masjid guna melaksanakan ibadah sholah subuh. Akupun langsung berwudhu dan berangkat ke masjid itu.

Hikmah yang bisa diambil, lain kali kalau sudah bangun jangan tidur lagi. 1 lagi, kalau bisa segeralah menikah agar ada yang membangunkan ketika sahur tiba ^-^.


Penulis : Rudiasa (Mahasiwa FE UM)

July 4, 2013

IBF, ajang Silaturahmi Para Ikhwan & Akhwat



Sudah hampir tiga tahun aku berkecimpung di organisasi itu. Sebuah organisasi yang sangat positif buat kehidupanku. Dengan organisasi itu aku bisa melancong ke tanah sunda, Bandung. Tepatnya ke Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Hampir satu minggu aku di sana. Pengalaman terbaik yang bisa aku dapat ialah aku bisa mengenal beberapa kata baru. Salah satu contohnya ialah panggilan “Teh”, yang dalam bahawa jawa berarti mbak. Dan panggilan “Kang” yang dalam bahasa kelahiranku berarti mas. Ketika sampai di penginapan yang ada di daerah Lembang dua kata itu yang diucapkan panitia untuk memanggilku dan rombonganku. Tetapi tidak hanya pengalaman positif saja yang aku dapat, pengalaman negatifpun pernah aku dapat ketika berada di sana. Tepatnya ketika aku mengikuti siraman rohani dari Aa Gym di Masjid dekat kampus UPI. Pada waktu itu sepatu terbaikku hilang dicuri orang. Sempat kesal juga, tetapi mau diapain lagi karena sepatunya sudah tiada. Pelajaran yang bisa aku ambil ialah lain kali kalau pergi ke daerah orang lain harus berhati-hati lagi, terutama ketika mambawa barang-barang terbaik yang aku miliki.

Dua hari yang lalu organisasiku diberi kesempatan untuk mengisi acara di Malang Islamic Book Fair 2013 (IBF). Itu bertanda aku harus turut serta di dalamnya. Biarpun tugasku hanya membawa x-banner dari kamar kostku yang cukup nyaman. Aku sebenarnya agak khawatir datang di tempat seperti itu. khawatir kalau tidak bisa menjaga pandangan. dan khawatir kalau aku tidak bisa menjaga hatiku dari sifat iri karena melihat banyaknya para ikhwan dan akhwat yang sudah menikah dan bergandengan tangan satu sama lain. Ahh, masa bodoh dengan semua itu. Aku kesana karena ingin membantu organisasiku, bukan mencari jodoh, apalagi iri dengan orang-orang yang sudah menikah.

Acara kemarin agak molor karena balum ada peserta yang datang. sebenarnya sudah ada, tetapi masih bisa dihitung dengan jari. Berhubung sang matahari sudah condong ke ufuk barat maka acarapun dimulai. Suara yang cukup merdu menggema di IBF. Suara merdu itu tak lain ialah suara sang pemateri yang diberi amanah oleh organisasiku untuk menyampaikan beberapa materi tentang agama islam. kebiasaanku, setiap ada ceramah dari pemateri yang luar bisa biasanya selalu aku rekam di handphone pemberian dari ibuku. Rekaman ini biasanya aku bunyikan menjelang tidur malam dan akan terhenti dengan sendirinya ketika aku sudah terlelap bersama mimpi-mimpi indahku.

Menjelang maghrib acarapun selesai. Tugaskupun juga selesai. Sekarang waktunya berburu buku di IBF. Sudah beberapa tahun terakhir aku mendambakan berburu buku di IBF. Dan baru sekarang aku bisa melakukannya. Aku tidak bisa konsentrasi untuk memilih buku yang aku inginkan. Hal itu terjadi karena banyaknya bidadari-bidadari Allah yang lalu lalang di depanku. Pakaian dan kerudung. Ya dua hal ini yang paling aku sukai dari bidadari-bidadari Allah. Pada dasarnya aku kurang mengerti mengapa mereka berpakaian seperti itu. Tetapi aku sangat suka dengan seorang gadis yang berpakaian seperti itu. Sungguh anggun dan sopan jika dipandang. Kalaupun semisal ditanya tentang jodohku nanti, aku akan jawab, “aku ingin membangun keluarga kecilku bersama wanita seperti itu”. Biarpun aku sadar aku belum pantas untuk dapat gadis seperti mereka. Pemandangan lain yang cukup membuatku tidak konsentrasi ialah kemesraan yang ditunjukkan beberapa pasangan yang sudah menikah. Yang pasti pasangan ikhwan dan akhwat. Subhanallah, biarpun aku belum pernah merasakannya tatapi kelihatannya hal itu sangat menyenangkan. Dunia serasa milik berdua. Bergandengan tangan, saling merapatkan tubuh satu sama lain, dan yang pasti ketika berbicara saling memadang satu sama lain. Inilah kenikmatan dari acara sakral yang bernama “Pernikahan”.

Aku melihat beberapa teman seperjuanganku juga ada di sana. Mereka mencari buku, tetapi ada juga yang berjualan baju dan buku. Sempat aku manyapa mereka dan bercengkrama, tetapi lagi-lagi aku tidak bisa berlama-lama dengan mereka karena jenis kelamin kami berbeda. Lagian mereka juga seorang akhwat, sehingga semuanya sangat dijaga dari orang-orang yang belum halal baginya. Setelah berputar-putar dari stan buku satu ke stan buku yang lain, aku memutuskan untuk membeli dua buku. Buku pertama tantang sirah Utsman Bin Affan dan buku kedua tentang Cerpen-cerpen Islami. Pada dasarnya pembelian ini tidak aku anggarkan dalam keuanganku, tetapi aku ingin merealisasikan apa yang ada di kepalaku. Akhirnya terbelilah dua buku itu.

Hal yang sangat menarik dari IBF ialah dia memberikan kesempatan kepada para ikhwan dan akhwat untuk bersilaturahmi satu sama lain. Disamping membeli buku tentunya. Kita bisa tahu akhwat A, dan kita juga bisa tahu ikhwan B. biarpun tetap kita belum bisa bercengkrama dengan mereka sesuka hati kita. mungkin hanya sebatas tahu nama dan asal kampusnya saja. Aku suka acara ini, sangat positif dan bermanfaat bagi semua orang, terutama para ikhwan dan akhwat.

Penulis : Rudiasa (Mahasiswa FE UM)

June 23, 2013

4.26 PM


Buku merupakan teman setia ketika aku sedang mempunyai banyak waktu luang. Ia sering membuatku tertawa terbahak-bahak seperti orang gila. Tak jarang pula ia sering membuatku bersedih dan sadar bahwa fenomena seperti itu memang ada. Sebuah kata-kata yang dirangkai dengan kreatifitas otak manusia dan dibumbuhi dengan hati nurani si penulis. Itulah arti buku menurutku. Entah buku itu bermanfaat atau tidak untuk orang lain, yang pasti aku sangat menghormati “Si Penulis” sebuah buku. Mungkin orang mengira menulis itu mudah, padahal dalam kenyataannya menulis itu sulit. Butuh konsep yang sangat jelas, Butuh pemilihan kata yang sesuai dengan judul, serta butuh imanjinasi yang sangat kuat dalam merangkai setiap bagian agar terlihat tetap serasi antara kalimat satu dengan kalimat yang lainnya.

Di zaman milenium seperti ini semuanya menggunakan bahasa mancanegara. Menggunakan bahasa Inggris salah satunya. menurutku bukan salah satunya, tapi satu-satunya. Bahasa inggris sudah menjadi bahasa internasional, mungkin itu yang membuat banyak orang tergila-gila untuk menggunakannya. Dari mulai pengayuh becak sampai eksekutif muda berupaya untuk menggunakannya. Dari mulai orang yang tinggal di pelosok desa sampai orang-orang yang tinggal di kota metropolitan juga berupaya untuk menggunakannya. Bahkan tak jarang pula aku menjumpai pengamen-pengamen yang berkeliaran dipinggir jalan juga berupaya menggunakan bahasa itu.

Sebagai penduduk asli indonesia, aku mempunyai pertanyaan kecil ketika menghadapi hal semacam itu. “apakah berbahasa inggris itu merupakan hal yang wajib?”. Pertanyaan ini muncul ketika aku melihat persyaratan-persyaratan untuk masuk dunia kerja. Banyak poin yang disajikan disitu dan ada satu poin yang membuat pertanyaanku muncul, yakni “bisa berbahasa inggris”. Hatiku berkata, “itukan perusahaan yang ada di indonesia. terkait produksi dalam hal pembelian barang juga disediakan oleh orang indonesia. Masalah penjualan barang juga dijual di wilayah indonesia. Terkait saham yang ada diperusahaan itu juga dikuasai oleh orang indonesia. Terus ngapain ada syarat “bisa berbahasa inggris” kalau semuanya sangat berhubungan dengan indonesia?”.

Penulis : Rudiasa (Mahasiswa FE UM)

June 21, 2013

Friday, June 21, 2013



Today a ray of sunlight is beauty. The power give me energy to work at Taspen Company chapter Malang. Three week ago I start work at Taspen Company. Actually not work, but novice. I don’t care about this status. I care about my activity in the Taspen Company. Two month I work in there, june until july 2013. I guess work in there is nice because I work as part-time. 8 am until 12 pm, this is my time for work in there. A week I just work at five day, Monday until Friday. So I have many time for my another activity.

Taspen Company chapter Malang is near Arjosari Station. He have big building. Many public servant. Two until five security and many paper. Many box in the file room. I work in there, fileroom. The name of “fileroom” in the Taspen Company is different with another company. The name of fileroom in there is “Dosirroom”. Mr. Budi, he is my leader in dosirroom. He is from Jakarta, so his java language is bad. I like this people. He have a good heart, care with me and another people in there.

As novice, I just help in there. I help regulate box from teller office, bring document to information office, scan some documents, input document to central server, etc. I thing this activity is good. I know about the kind of document in Taspen Company, I understood about how to input document to central server, and I get new friends and teacher. Another benefit I know how feel to be a real public servant, Help another people, and have a positive activity.

Today my teacher visit me in the Taspen Company. She is Mrs. Sulastri. She work at Malang University as economy teacher. I know this people because aften follow her class. Mrs. Sulastri speaking with Mr. Budi about my activity in there. She thank to Mr. Budi because he approve my desire to novice in here. She also apologize to him because haven’t a time for visit me. Alhamdulillah today she have a time for visit me. In the last convergency I make a photo with Mr Budi, Mrs. Sulastri, and another employment in there. This activity is beauty, I like it.

Writer : Rudiasa (Student of Malang University)

May 27, 2013

Peristiwa di Subuh Hari



Suara adzan membangunkanku pagi ini. Dengan langkah gontai aku menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu. Sesaat kemudian aku berjalan menuju masjid dengan langkah tegak karena rasa kantukku telah sirna diterpa dinginnya air yang ada di desa kecilku. Langkah kakiku ditemani sang bulan dan koloni bintang yang sangat indah, sang bulan masih terlihat terang benderang menyinari bumi Allah, bintang-bintang kecilpun tak kalah memukau dengan cahayanya yang berkelap-kelip.

“Alhamdulillah Allah mengabulkan do’aku”, ucapku dalam hati

Kemarin malam aku sempat berdo’a kepada Allah agar aku diberi kemudahan untuk bangun jam 4 pagi supaya bisa sholat subuh secara berjamaah. Akhirnya do’a itu dikabulkan juga. Subuh kali ini suasananya begitu berbeda dengan hari-hari sebelumnya, terasa lebih dingin dan lebih hening. Hanya terdengar sayup-sayup suara orang adzan dan sang jangkrik yang sedang bernyanyi.

Hanya ada beberapa orang yang datang ke masjid pagi ini. Kebanyakan dari mereka sudah berumur di atas 40 tahun. aku terkadang heran dengan orang indonesia. Dia mendapat gelar sebagai salah satu negara terbesar untuk kategori penduduk yang memeluk agama islam, tetapi sayangnya hanya segelintir orang yang mau sholat subuh berjamaah di masjid. aku selalu mendambakan suasana sholat subuh seperti suasana sholat jum’at, orang-orang berbondong-bondong datang ke masjid, memakai wangi-wangian, membawa baju dan sajadah terbaik, serta membawa uang untuk berinfak. Satu lagi yang aku dambakan, semua ruang yang ada di masjid dipergunakan para jamaah untuk sholat dan mendengarkan khutbah jum’at. Tetapi sayang suasana sholat subuh yang ada di desa kecilku belum bisa seperti itu. sekarang, mungkin itu hanyalah seuntai impian anak ingusan yang ingin melihat masjid di desanya dipenuhi jamaah ketika subuh hari, tetapi terlepas dari itu aku percaya suatu saat nanti hal itu akan menjadi nyata.

Setelah imam mengucapkan salam aku sempat mengikuti dzikir dengan orang-orang yang ada di sana. Dzikir, sebuah makanan yang paling nikmat untuk hati manusia. Dzikir mengandung ribuan vitamin dan jutaan protein yang sangat baik untuk kelangsungan hidup hati manusia. Tanpa asupan yang baik dari dzikir menurut banyak ustad akan membuat hati manusia sakit dan akhirnya mati. Ketika hati manusia sudah mati maka si pemilik hati itu akan sulit menerima hal-hal positif, bahkan dia sudah tidak bisa membedakan mana hal yang baik dan mana hal yang buruk.

Waktu di subuh hari merupakan waktu yang paling aku sukai. Disamping aku bisa sholat subuh berjamaah di masjid, aku juga bisa menikmati udara pagi yang masih sangat murni. “ahh, aku suka dengan udara seperti ini, masih sangat segar dan dingin. Sangat baik untuk digunakan berolahraga”, batinku dalam hati sambil melakukan pemanasan karena pagi ini aku berencana bersepeda mengelilingi desa kecilku.

Terlihat dari kejauhan masih ada beberapa orang yang sedang melantunkan ayat suci Al Qur’an di dalam masjid. Dengan usianya yang sudah berkepala lima tidak mengurangi suara lantangnya dalam membaca kitab suci itu. Terlihat juga sepasang suami istri yang sedang menikmati udara pagi sambil jalan kaki melewati depan rumahku. Sungguh romantis mereka. Berpacaran setelah menikah, semua yang dilarang menjadi dianjurkan, salah satunya berkhalwat (berdua-duaan). Di pojok jalan itu aku juga menemui kerumunan ibu-ibu yang sedang berbelanja bahan makanan untuk sarapan keluarganya.

Hijaunya persawahan dan rindangnya pepohonan membuntutiku pagi ini. Sungguh segar melewati barisan mereka. barisan makhluk ciptaan Allah yang luar biasa indah dan sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Aku terkadang heran dengan orang kota yang memandang remeh profesi petani yang ada di pedesaan. Padahal nasi yang berada di dapurnya merupakan hasil jerih payah para petani yang setiap hari memeliharanya dengan sabar dan penuh perhatian sehingga menghasilkan padi-padi yang berkualitas.

Penulis : Rudiasa (Mahasiswa FE UM)

May 26, 2013

Becak Goes, Fenomena Baru di Pedesaan



Olahraga merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan ini. Itu akan bertambah penting ketika dilakukan oleh orang yang punya banyak penyakit, salah satunya Obesitas (kegemukan). Dengan berolahraga tubuh kita akan mengeluarkan berbagai kuman dan penyakit melalui keringat. Dengan berolahraga pula tubuh kita menjadi lebih bugar dan dampak langsungnya pasti kita akan bersemangat ketika menjalani rutinitas sehari-hari.

Banyak jenis olehraga yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan ini. Entah itu yang membutuhkan dana maupun yang gratis. Salah satu olahraga yang gratis ialah bersepeda. Banyak manfaat yang bisa kita peroleh ketika bersepeda, salah satunya mengencangkan dan memperkuat kaki. Ada fenomena unik ketika saya pulang ke kampung halaman yang berada di jombang. Fenomena unik itu ialah becak goes. Becak Goes ialah perpaduan antara sepeda, becak, dan mobil. Dia mempunyai empat roda dan empat pedal. Tetapi uniknya sepeda ini menggunakan stang mobil untuk mengemudikannya. Sehingga dari situ ada satu pengemudi dan empat pengayuh becak. Dengan membayar uang sewa 10.000/jam kita sudah bisa menikmati becak ini. Becak ini kebanyakan dinikmati oleh anak-anak kecil, tetapi tak jarang pula dia dikendarai ibu-ibu atau bapak-bapaak yang mempunyai tubuh besar.

Pada dasarnya hal seperti ini sudah ada di kota-kota besar seperti di kota malang dan kota batu. Tetapi becak goes disana tidak selebai dan sealay yang ada di pedesaan. Becak goes di kota-kota besar hanya sebatas kendaraan yang tujuan utamanya untuk berolahraga bersama. Sedangkan becak goes yang ada di pedesaan lebih menonjolkan kesombongannya. Itu dibuktikan dengan adanya musik dengan suara keras yang seakan-akan orang lain tidak punya sound system dirumahnya masing-masing. Padahal mereka punya, itupun jauh lebih baik daripada sound system yang ada di becak goes. Satu lagi, becak goes yang ada di pedesaan dipenuhi dengan lampu-lampu beragam yang seakan-akan menunjukkan bahwasanya dia yang termewah dan terbaik. Terlepas dari itu fenomena seperti ini merupakan hal positif yang dimiliki orang-orang pedesaan. Mereka menjadi lebih gemar untuk berolahraga dan dampak langsungnya akan membuat tubuh mereka menjadi lebih sehat.

Penulis : Rudiasa (Mahasiswa FE UM)

May 25, 2013

Pembiayaan di Perbankan Syariah


Bank merupakan salah satu tiang penting dalam perekonomian di sebuah negara. Tanpa bank, masyarakat yang kelebihan dana akan sulit mencari tempat untuk mengamankan dan mengembangkan dananya. Begitupun untuk masyarakat yang kekurangan dana, tanpa bank mereka akan kesulitan untuk meminjam dana guna membangun sebuah usaha atau memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurut UU No. 21 tahun 2008, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya dalam bentuk kredit dan/atau lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat. Mengacu dari definisi tersebut, perbankan syariah hampir sama dengan perbangkan konvensional, yakni menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembiayaan. Meskipun hampir sama, tetapi ada beberapa perbedaan yang sangat mencolok antara perbankan syariah dan bank konvensional, salah satunya perbankan syariah menjalankan usahanya berdasarkan prinsip syariah yang berlandaskan Al Qur’an dan Al Hadist, di perbankan syariah menggunakan prinsip bagi hasil, sedangkan di perbankan konvensional menggunakan prinsip bunga. Terkait pembiayaan juga ada perbedaan yang mencolok. Kalau bank konvenional semua jenis usaha yang memenuhi kriteria diberi pendanaan, tetapi kalau bank syariah tidak semua usaha bisa mendapat pembiayaan, hanya usaha-usaha yang syar’i saja yang bisa mendapat pembiayaan dari perbankan syariah.

Pembiayaan secara luas mempunyai arti sebagai financing atau pendanaan yang dikeluarkan untuk mendukung investasi yang telah direncanakan, baik itu dilakukan sendiri maupun berkelompok. Jenis-jenis pembiayaan syariah menurut tujuannya dibedakan menjadi 3, yakni pembiayaan modal kerja syariah, pembiayaan investasi syariah, dan pembiayaan konsumtif syariah. Terkait dengan prinsip, di perbankan syariah mempunyai 4 prinsip tentang pembiayaan. Mereka ialah prinsip jual beli (Murabahah, Salam, Istishna’), prinsip bagi hasil (Mudharabah Dan Musyarakah), prinsip sewa (Ijarah), serta akad pelengkap seperti Hiwalah, Rahn, Qardh, Wakalah dan Kafalah.

Terdapat dua pola utama yang dijalankan oleh bank dalam penyaluran pembiayaan, yakni pembiayaan dengan prinsip bagi hasil dan pembiayaan dengan prinsip jual beli. Akad mudharabah adalah Perjanjian pembiayaan/ penanaman dana dari pemilik dana (shahibul maal) kepada pengelola dana (mudharib) untuk melakukan kegiatanusaha tertentu yang sesuai syariah, dengan pembagian hasil usaha antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang telah disepakati. Sedangkan akad musyarakah adalah akad Perjanjian pembiayaan/ penanaman dana dari dua atau lebih pemilik dana dan/atau barang untuk menjalankan usaha tertentu sesuai syariah dengan pembagian hasil usaha antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang disepakati, sedangkan pembagian kerugian berdasarkan proporsi modal masing-masing sebelumnya. Kedua akad ini masuk dalam prinsip bagi hasil dan akan menghasilkan keuntungan berupa nisbah bagi hasil. Berlanjut ke pembiayaan jual beli, di sana ada 3 akad, yakni murabahah, salam, istishna. Berdasarkan Statistik Bank Indonesia, Akad murabahah menjadi primadona dalam pembiayaan di perbangkan syariah. Porsinya melebihi 50% dari seluruh pembiayaan yang dikeluarkan. Akad murabahah adalah Perjanjian pembiayaan berupa transaksi jual beli suatu barang sebesar harga perolehan barang ditambah dengan margin yang disepakati oleh para pihak, dimana penjual menginformasikan terlebih dahulu harga perolehan kepada pembeli. Akad salam adalah Perjanjian pembiayaan berupa transaksi jual beli barang dengan cara pemesanan dengan syarat-syarat tertentu dan pembayaran tunai erlebih dahulu secara penuh. Sedangkan akad istisna adalah Perjanjian pembiayaan berupa transaksi jual beli barang dalam bentuk pemesanan pembuatan barang dengan criteria dan persyaratan tertentu yang disepakati dengan pembayaran sesuai dengan kesepakatan. Dari ketiga akad ini bank syariah akan mendapatkan keuntungan berupa mark up/margin.

Menurut Siamat (2005), penyaluran pembiayaan merupakan kegiatan yang mendominasi pengalokasian dana bank. Penggunaan dana untuk penyaluran pembiayaan ini mencapai 70-80% dari volume usaha bank. Dari sini bisa disimpulkan bahwasanya pendapatan terbesar yang dimiliki perbankan syariah ialah dari penyaluran pembiayaan dalam bentuk nisbah bagi hasil, mark up/margin, dan pendapatan sewa.

Berdasarkan Statistik Perbankan Syariah yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada Februari 2013, menyatakan bahwa akad yang paling mendominasi pembiayaan di perbankan syariah ialah akad murabahah, kemudian disusul dengan akad mudharabah dan musyarakah. Akad murabahah memempati posisi pertama karena dia merupakan investasi jangka pendek dan cukup mudah untuk dilakukan dibandingkan dengan sistem Profit And Loss Sharing (PLS) yang membutuhkan waktu lama, mark up/margin ditentukan dimuka sehingga bank pasti memperoleh keuntungan, dan yang terakhir hubungan antara bank dan nasabah ialah sebagai kreditor dan debitor sehingga pihak bank tidak ikut campur dalam kegiatan nasabah.

Penulis : Rudiasa (Mahasiswa FE UM)

May 9, 2013

Subuh koq selalu telat?



Agama islam ialah agama yang sempurna. Agama yang mencakup semua aspek kehidupan, politik, kesehatan, ekonomi, akhlak, akidah, dll. Dalam islam kita mengenal satu kegiatan yang selalu dilakukan setiap hari dan sifatnya wajib bagi orang muslim yang sudah baligh. Kegiatan itu bernama sholat. Ciri yang mendasari orang islam dengan orang non islam ialah kegiatan ini. Dalam islam ada 5 sholat wajib, subuh, dzuhur, asar, maghrib, dan isya.

Dalam aplikasinya manusia sangat diganggu koloni setan dan jin dalam melakukan sholat. Itu dibuktikan dangan dua permintaan jin kepada allah sebelum allah mengusirnya dari surga karena kesombongannya yang tidak mau menghormati makhluk lain yang bernama adam. Dia beranggapan bahwa dia lebih baik daripada adam karena dia diciptakan dari api sedangkan adam diciptakan dari tanah. Dua permintaan itu ialah dia ingin selalu menggoda anak dan cucu adam dalam melakukan kegiatan-kegiatan positif dan permintaan satunya ialah dia ingin hidup sampai hari kiamat, sehingga dia bebas menggoda manusia sampai hari kiamat nanti. Tetapi tidak perlu khawatir, para setan dan jin tidak berani menggoda manusia yang mempunyai hati yang ikhlas. Sehingga yang harus kita pelajari ialah bagaimana menjadi orang yang ikhlas dalam menjalani ibadah kepada allah SWT.

Sholat subuh merupakan sholat yang paling sulit untuk dilakukan secara tepat waktu dan berjamaah. Banyak faktor yang menyebabkan sholat ini sulit dilakukan. Salah satunya godaan koloni setan dan jin, rasa kantuk yang masih dalam, terlalu lelah, udara yang dingin sehingga malas bangun pagi dan mengambil air wudhu, serta tempat tinggal yang jauh dari suara sang muadzin.

Pada dasarnya banyak manfaat yang bisa kita peroleh ketika kita bangun dan sholat subuh secara tepat waktu. Dari segi kesehatan dan kebugaran jelas sholat subuh akan mempengaruhi kondisi tubuh kita karena gerakan-gerakan dalam sholat sudah cukup untuk dibuat pemanasan sebelum berolahraga. Kebugaranpun lebih terasa karena sehabis sholat subuh kita bisa langsung berolahraga dan menghirup udara segar. Itu jelas meningkatkan semangat kita dalam menjalani rutinitas sehari-hari. Dari segi IQ sholat subuh tepat waktu juga mempengaruhi pola pikir kita karena ketika pagi hari pikiran kita belum kemasukan banyak masalah, sehingga setelah sholat subuh sangat nikmat untuk dibuat belajar dan mengerjakan tugas-tugas sekolah/kampus.

Penulis : Rudiasa (Mahasiswa FE UM)

April 11, 2013

Selamat Datang Tuan Skripsi



Beberapa hari yang lalu aku mendapat kabar bahwasanya dosen pembimbing 1 dan 2 serta dosen penguji untuk jurusan S1 Akuntansi angkatan 2010 FE UM sudah diumumkan. Itu menandakan bahwasanya tuan skripsi sudah mulai datang. biarpun secara resmi dia belum datang tetapi bagiku dia sudah datang. Perasaan gelisan dan senang bercampur manjadi satu. Senang karena sebentar lagi aku akan lulus jika berhasil melewati dia dan gelisah karena aku belum terlalu kenal dengan dia. Ekspresi wajah-wajah yang mulai menua pecah di depan papan pengumuman yang ada di gedung E3 FE UM. ada yang berteriak karena mendapat dosen pembimbing yang mereka sukai dan ada pula yang tertunduk lesu karena mendapatkan doesn pembimbing yang tidak mereka sukai.

Menurut artikel yang aku temukan di internet. Skripsi ialah karya tulis mahasiswa yang berupa penjelasan secara deskriptif dan sistematis dari hasil penelitian terhadap realitas/fenomena yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan serta menggunakan metode penelitian untuk memberikan solusi permasalahan demi meraih gelar sarjana. Secara umum skripsi masih saudara dengan makalah, jurnal, dll. Hanya saja dalam pengerjaannya dia lebih susah dari pada saudara-saudaranya. Dalam pembuatan skripsi ada 2 metode penelitian, yakni metode penelitian kualitatif dan metode penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis kegiatan penelitian yang spesifikasinya ialah sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitian. Baik tentang tujuan penelitian, subjek penelitian, objek penelitian, sampel data, sumber data, dan metodologi penelitiannya. Menurut Bu Puji, dosen Metodologi Penelitian FE UM hampir 80% mahasiswa FE UM menggunakan metode penelitian ini untuk pembuatan skripsinya. Menurut beliau alasan yang paling utama ialah pengerjaan dan pengumpulan datanya yang tidak terlalu rumit. Metode penelitian lainnya ialah metode penelitian kualitatif. Metode kualitatif digunakan untuk mengetahui fenomena dalam kehidupan sosial secara mendalam, sehingga sebelum terjun ke lapangan peneliti tidak membuat hipotesis terlebih dahulu. Peneliti mengidentifikasi masalah dengan mewawancarai sejumlah informan atau narasumber yang berkaitan dengan judul penelitian sampai menemukan data jenuh (jawaban yang sama dan konsisten dari beberapa informan yang berbeda).

Sebagai mahasiswa pasti kita ingin cepat meninggalkan bangku perkuliahan dan memasuki dunia selanjutnya, yakni dunia masyarakat. Akupun termasuk orang yang seperti itu. Ingin cepat lulus agar bisa bekerja dan membangun keluarga. Berikut tips untuk membuat skripsi cepat selesai yang aku temukan di internet beberapa hari yang lalu,

Dosen pembimbing
segera temui dosen pembimbing ketika kita sudah mendapatkan dosen pembimbing. Kita bisa menemuinya secara langsung di kampus maupun melalui handphone jika beliau tidak ada di kampus. Dalam komunikasi pertama dengan dosen pembimbing pastikan kita memperkenalkan diri dengan jelas dan lengkap. Kemudian paparkan rencana penelitian kita.

Ajukan pertanyaan pada dosen pembimbing
Jangan takut untuk bertanya. Dosen pembimbing kita tahu bahwa kita bukanlah peneliti ahli. Mereka pun hanya mengharapkan kita untuk terus belajar selama meneliti dan menulis skripsi. Pertanyaan dalam dunia penelitian sangatlah krusial. Jika kita tidak yakin tentang apa yang harus kita lakukan maka bertanyalah dengan sopan kepada dosen pembimbing kita. Kemungkinan besar dia akan senang untuk membantu dan akan terkesan dengan keinginan kita untuk belajar. Fase ini juga termasuk pemeriksaan ulang semua pekerjaan kita dengan dosen pembimbing untuk menghindari kesalahan kritis di kemudian hari.

Buat jadwal dan tepatilah
Menulis skripsi menuntut kita kreatif dan produktif. Tidak heran cara kita bekerja pun akan berbeda dengan cara kerja teman kita. Meski pembimbing kita membebaskan kegiatan penelitian kita tetapi alangkah baiknya semisal kita membuat jadwal agar lebih mudah dalam mengerjakannya.

Belajar, belajar, dan belajar
Di perguruan tinggi, berpartisipasi dalam penelitian ialah salah satu pengalaman belajar terbaik yang dapat kita miliki. Belajar tidak hanya dari dosen, tetapi juga dari teman, buku, dan civitas academica lainnya. Jadi hal yang paling penting dalam pembuatan skripsi ialah belajar, belajar, dan belajar.

Penulis : Rudiasa (Mahasiswa FE UM)

April 6, 2013

Ekspedisi Pulau Sempu 2013 (foto)















March 25, 2013

Ada Apa Dengan Akhwat?


Allah SWT menciptakan makhluk hidup yang sangat sempurna. Makhluk hidup itu bernama manusia. Menusia punya banyak kelebihan. Biarpun begitu manusia juga mempunyai banyak kekurangan. Hanya ada satu manusia yang tidak mempunyai kekurangan. Dia ialah pemimpin umat manusia, Nabi Muhammad SAW.

Alhamdulillah aku diberi kesempatan olah Allah untuk mengenyam pendidikan di Universitas Negeri Malang (UM). sebuah kampus yang sebenarnya tidak terbesit di benakku untuk masuk di dalamnya. Tetapi karena Allah menginginkan aku untuk masuk di sana sehingga aku mengenyam pendidikan di sana.

Kehidupan di UM sangat dinamis, terutama dalam hal beragama. Berbagai kelompok dari agama islam aku jumpai di sana. Dari mulai golongan yang sangat mengutamakan saling menghargai satu sama lain sampai golongan yang tidak mau menghargai sesuatu yang sudah ada (golongan keras). Dari golongan yang sholat subunhya menggunakan Qunut, sampai golongan yang tidak menggunakan Qunut ketika sholat subuh.

Banyak kata-kata baru yang aku temukan ketika aku bergaul dengan mereka. ikhwan, akhwat, antum, ukhuwah, dll. Dari kesekian kata-kata itu aku tertarik dengan kata “akhwat”. Akhwat dalam bahasa indonesia artinya ialah perempuan/wanita. Di UM hanya perempuan-perempuan tertentu yang bisa disebut akhwat. Biarpun pada dasarnya akhwat itu artinya sama dengan perempuan. Perempuan-perempuan tertentu yang aku maksud ialah mereka yang suka terhadap agama islam. tidak hanya suka dalam lingkup kecil, tetapi suka secara komperhensif terhadap agama islam. berhubung mereka suka terhadap agama islam jadinya mereka mengaplikasikan norma-norma yang terdapat dalam agama islam. salah satunya tidak berpacaran dan menutup aurat.

Hampir dua tahun bergaul dengan mereka aku belum pernah menemukan ada akhwat yang punya pacar. Tetapi aku sering mendapati akhwat yang punya suami. Aku juga belum pernah melihat ada akhwat yang tidak memakai jilbab. Sepengetahuanku semua akhwat memakai jilbab, bakhan jilbabnya banyak yang besar. Pakaian yang mereka kenakan juga selalu tertutup. Tidak seperti perempuan pada umumnya yang kebanyakan mempertontonkan keindahan tubuhnya (biarpun itu berjilbab). Satu lagi ciri khas dari seorang akhwat ialah dia biasanya memakai kaos kaki ketika di kampus. Terkait pergaulan rata-rata dari mereka juga menutup diri dari lawan jenis karena mereka sadar bahwa itu belum menjadi halal bagi mereka.

Penulis : Rudiasa (Mahasiswa FE UM)

March 16, 2013

Ekspedisi Pulau Sempu 2013


















Pagi itu matahari bersinar dengan teriknya. Sang awan tampaknya malas untuk menganggu kesenangan sang matahari dalam menyinari setiap pergerakan di bumi. Pagi itu ialah sabtu, 9 Maret 2013. Di pagi yang indah itu aku dan teman-temanku dari Off M Jurusan S1 Akuntansi FE UM berencana menghabiskan akhir pekan di Pulau Sempu. Nama teman-temanku ialah Ganda Adi Suryo, Riski Setyo Budi, Burhanuddin, Angga Prasetya Nusantara, Nanang Agus Wijaya, Puguh Hermawan, Khoirul Abidin, Bhisma Chaesar Atmaja, dan Septian.

Banyak orang yang berkata bahwa pulau sempu ialah pulau yang sangat indah, pantainya yang bersih, pasirnya yang putih, ombaknya yang tidak begitu ganas, pemandangan hutannyanya yang sangat indah, dan juga pemandangan laut selatannya yang sungguh luar biasa. Ketika kami sampai disana ternyata opini dari kebanyakan orang memang benar.

Akses untuk menuju ke pulau sempu harus melewati Pantai Sendang Biru terlebih dahulu. Kami berangkat dari Kota Malang menuju Pantai Sendang Biru dengan senyum yang masih sangat lebar. Hijaunya pepohonan dan jalan raya yang sangat ekstrim menemani perjalanan kami menuju Pantai Sendang Biru. Seletah dua jam perjalanan akhirnya sampai juga di pantai sendang biru. Birunya lautan membuat aku takjub akan kebesaran Allah SWT. Ditambah lagi dengan pulau-pulau kecil yang sangat indah di sepanjang pantai sendang biru.

Setengah jam kami di sana untuk mempersiapkan perlengkapan, izin untuk masuk pulau sempu, dan membeli ikan segar akhirnya perjalanan berlanjut menuju pantai Semut dengan menggunakan perahu. Pantai Semut merupakan pintu masuk menuju pulau sempu. Jarak antara kedua tempat ini ialah 2 KM dengan waktu tempuh jalan kaki melewati hutan belantara sekitar 2 jam. Perjalanan kami kemarin memerlukan waktu 3,5 jam karena medannya yang sangat becek sehingga kaki kami sangat sulit untuk melangkah. Hutan menuju pulau sempu masih sangat lebat sehingga menyebabkan banyak pendaki yang kehilangan arah ketika sampai di tengah hutan. Tetapi masalah itu bisa dipecahkan dengan menyewa Petunjuk jalan (tour guide) yang banyak tersedia di Pantai Sendang Biru.

Pukul 5 sore kami sampai di pulau sempu. Hal pertama yang kami lakukan ialah membuat tenda dan mempersiapkan peralatan lainnya. Tetapi pada waktu itu yang membuat tenda hanya sebagian saja. Yang lainnya langsung menikmati dinginnya air laut pulau sempu. Perjalanan berat yang kami lakukan terbayar sudah dengan indahnya pulau sempu yang masih sangat alami. Sore itu kami berenang sampai sang matahari terbenam di ufuk barat.

Tidak hanya kami saja yang berkemah di situ. Banyak dari daerah lain yang juga menghabiskan waktu akhir pekannya di pulau sempu. Ada yang dari Bandung, Jakarta, Sidoarjo, Surabaya, dll. Rata-rata dari mereka ialah para mahasiswa.

Malam harinya kami membuat nasi dan membakar ikan yang kami beli di pantai sendang biru. Dengan perut yang sangat lapar akhirnya habis juga nasi dan ikan bakar yang kami buat pada saat itu. Di pulau sempu tidak ada air tawar, sehingga harus dipersiapkan dengan baik terkait air yang akan dibawa. Kami kemarin membawa sekitar 25 Aqua yang berukuran 1,5 liter. Air itu kami gunakan untuk minum dan memasak makanan. Disamping membawa air mineral kami kemarin juga membawa mie dan roti. Ini untuk bahan makanan pada esok harinya.

Panorama malam di pulau sempu sungguh sangat indah. Desiran ombak yang begitu pelan dan juga lalu lalangnya berbagai bintang membuat malam itu begitu indah. Di samping itu, sunyinya malam membuat kami begitu menikmati indahnya malam pada waktu itu.

Pagi harinya sebagian dari kami menikmati matahari terbit (sunrise) yang berada di atas tebing di selatan pulau sempu. Pantai selatan menyapa kami dengan ombak yang begitu dahsyat. Birunya air seakan menunjukkan bahwa ia yang paling indah pada waktu itu. Sang karangpun tidak mau kalah menunjukkan kelebihannya. Biarpun setiap saat disinggahi kemarahan sang air tetapi dia tetap mempu untuk menahannya.

Pukul 7 pagi kami semua sepakat untuk berenang di pulau sempu. Asinnya air laut sempat membuat kami enggan untuk berenang. Tetapi dengan jerih payah yang kami kelurakan untuk sampai di pulau sempu rasanya kurang mantap kalau tidak berenang disana. Tidak terasa kami sudah berenang selama 3 jam. Indanya panorama laut membuat kami lupa akan waktu pada saat itu. Apalagi ditambah guyuran hujan yang membuat pantai menjadi lebih indah.

Puas berenang disana akhirnya kami mempersiapkan diri untuk pulang ke Kota Malang. pada waktu itu jam menunjukkan pukul 12 siang. Perjalanan pulang menjadi lebih berat karena beberapa jam sebelum kami pulang hujan turun dengan sangat deras. Kebetulan pada waktu itu kami pulang bersama rombongan dari Sidoarjo yang ada tour guidenya sehingga perjalanan pulang kami sedikit lebih aman.

Setelah melakukan ekspedisi kemarin aku punya tips untuk kalian yang akan berekspedisi ke pulau sempu lagi,
1. Ketika berangkat jangan menggunakan celana panjang
2. Jangan memakai baju putih selama perjalanan berangkat maupun pulang karena pasti akan sangat kotor
3. Gunakan sepatu gunung untuk perjalanan berangkat maupun perjalanan pulang
4. Bawa air mineral yang banyak karena di sana tidak ada air tawar
5. Bawa makanan secukupnya, terutama mie instan dan roti
6. jangan meninggalkan sholat bagi pemeluk agama islam
7. Bawalah baju secukupnya agar ransel yang kalian bawa tidak terlalu berat
Penulis : Rudiasa (Mahasiswa FE UM)

March 15, 2013

















penerbit : Rudiasa (Mahasiswa FE UM)